Translate

Tampilkan postingan dengan label lubuntu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lubuntu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 September 2016

Instalasi Aplikasi Zekr pada Lubuntu 15.04

Merupakan aplikasi untuk mempelajari Al-Quran dengan beberapa fitur seperti:
  • Pencarian ayat yang mengandung teks yang ingin dicari pada seluruh Al-Quran
  • Mendengarkan ayat-ayat Al-Quran

Cara Instalasi

  • Download font me_quran dan scheherazade dari internet
  • Copy font tersebut ke folder /home/lubuntu/.fonts
    Bila folder .fonts tersebut belum ada, buatlah terlebih dahulu.
  • Buka terminal, lalu jalankan perintah-perintah berikut:
  • sudo apt-get install libwebkitgtk-1.0-0
    sudo apt-get install zekr
    
  • download file terjemahan indonesia dari situs http://www.zekr.org misal: id.indonesian.trans.zip lalu simpan.
  • Download file pembacaan (recitation) untuk dapat mendengarkan secara offline juga dari situs di atas (ujung file-nya recit.zip) bila punya banyak kuota internet (ukuran file-nya besar lho)
  • Jalankan Zekr

Setting Zekr

  • Menu Tools > Options.. > Language > Indonesian - Indonesian > OK
  • Menu Peralatan > Tambah > Terjemahan... > Pilih file terjemahan hasil download > OK
  • Menu Tampilan > Terjemahan > [in] Unknown
  • Menu Peralatan > Tambah > Pembacaan (*.recit.zip)... > Pilih file pembacaan hasil download > OK
  • Tekan tombol play untuk mendengarkan dan stop untuk menghentikan 

Jumat, 05 Agustus 2016

VCD/DVD ke Flashdisk

Saat ini telah banyak beredar DVD Player yang memiliki slot USB. Dan teknologi Flash disk saat ini pun juga makin besar kapasitasnya. Slot USB yang ada pada DVD Player memungkinkan kita untuk dapat memainkan file-file musik dan video yang kita simpan pada flash disk.

Bagi mereka yang sudah memiliki stok keping VCD dan DVD sebelumnya, sering kali terpikir untuk dapat memindahkan file musik dan video ke flashdisk. Namun sering kali juga terkendala masalah format file yang didukung oleh DVD player. Belum lagi masalah dengan USB flashdisk yang berbeda format hardware-nya.

Berikut ini pengalaman saya dalam mentransfer file dari VCD dan DVD ke flash disk.

VCD ke flash Disk

Bahan yang digunakan:

  • Keping VCD asli (ada copy-protected- nya)
  • Lubuntu 15.04 (Sistem operasi pada Laptop)
  • DVD-RW Samsung External (terhubung ke Laptop)
  • Flash Disk Toshiba 8GB
  • DVD Player Cronos (terhubung ke TV)

Langkah:
Karena saya juga pengguna sistem operasi Lubuntu, maka langkah-langkah transfer-nya menggunakan perintah yang ada di Lubuntu. Untuk sistem operasi lain seperti Windows tidak akan dibahas.

  • Masuk ke Lubuntu 15.04
  • Keping VCD dimasukkan ke DVD-RW (jangan menyambung kabel koneksi bawaan dengan kabel USB extender - voltage drop)
  • Buka terminal, lalu ketik:
  • mplayer vcd://3  --dumpstream --dumpfile=output3.avi
    
    maksud perintah di atas adalah untuk mengalihkan aliran data dari track nomor 3 (avseq03.dat) ke file output3.avi. Bila menginginkan format output lain yang didukung oleh DVD Player (seperti mp4, mpg dll) silakan mengganti ekstensinya.
  • Lakukan lagi perintah di atas untuk track-track lain, karena memang file video pada keping VCD (avseq##.dat) tidak dapat di copy secara langsung.
  • Bila sudah, tinggal disalin ke flashdisk, namun perlu diingat bahwa tidak semua flashdisk dapat digunakan. Bila flashdisk tidak dapat dikenali oleh DVD Player (pesan pada layar TV tetap "No Disc"), ganti dengan merek lain.
  • Flashdisk yang digunakan kalau perlu juga harus diformat dengan sistem FAT32.
  • Terakhir adalah dicoba pada DVD Player. Hasil gambar video dan suara yang didapat dari proses transfer di atas lumayan lah. Dengan ukuran file hampir sama dengan file aslinya.

DVD ke flash Disk

Hampir sama dengan langkah di atas, hanya mengganti perintah pada terminal dengan perintah berikut:

mplayer dvd://4  --dumpstream --dumpfile=output4.avi

Catatan: Gunakan keping VCD/DVD original (bukan bajakan) untuk hasil terbaik, sebab yang bajakan seringkali terdapat error pada beberapa track-nya (bikin jéngkél jadinya).

ffmpeg

Merupakan aplikasi untuk melakukan konversi dari format audio/video yang satu ke format lain. Sehingga file hasil konversi dapat dilihat pada perangkat lain seperti android misalnya.

Aplikasi ini harus diinstal terlebih dahulu dengan perintah:

 sudo apt-get install ffmpeg

Bila sudah terinstal, maka proses konversi dapat dilakukan pada terminal. Berikut ini salah satu perintah konversi file-nya

ffmpeg -i input.avi -vcodec h264 -q:v 0 -acodec aac output.mp4

perintah di atas untuk mengubah input file input.avi menjadi berformat mp4 yaitu output.mp4. Dengan kulitas gambar sama seperti input file-nya (-q:v 0), dan menggunakan codec standar untuk mp4 yaitu h264 untuk video dan aac untuk audio.

Untuk melihat daftar codec yang tersedia pada ffmpeg, gunakan perintah

ffmpeg codecs

Kalau cuma ingin format mp3, gunakan saja:

ffmpeg -i input.avi output.mp3

Minggu, 24 Juli 2016

Lubuntu Live dengan SD Card

Setelah beberapa bulan menggunakan Lubuntu Live USB, terasa ribet juga untuk selalu menancapkan Lubuntu LiveUSB pada slotnya di laptop. Maka diputuskan untuk membuat sistem Lubuntu Live menggunakan SD card. Pertimbangannya adalah karena bila terlalu sering tancap-lepas USB flash pada slot USB laptop, akan membuat lubang slot agak aus dan longgar. Mendingan dibuat sistem Live yang agak permanen dan tak perlu untuk sering memasang dan melepas media penyimpan pada slot.

Bahan yang dipersiapkan

  • SD Card Sandisk 16GB (micro SDHC UHS-I - Card with Adapter)
  • file lubuntu-15.04-desktop-amd64.iso
  • Laptop Dell Inspiron 14_3458 - 64bit
  • Lubuntu 15.04 - Live USB Toshiba 8GB
  • Wireless Mouse Logitech

Langkah Instalasi pada SD Card

Langkah instalasi hampir sama seperti bahasan sebelumnya. Hanya kali ini instalasi dilakukan melalui Lubuntu LiveUSB (without persistent) dan bukan melalui VirtualBox.
Langkah-langkahnya sebagi berikut:
  • Salin file lubuntu-15.04-desktop-amd64.iso ke dalam salah satu folder pada Lubuntu LiveUSB
  • Pasang SD Card pada built-in slot Card Reader di Laptop
  • Jalankan Lubuntu LiveUSB (tanpa persistensi - without persistent), biar cepat prosesnya
  • Jalankan gparted, lalu buat partisi pada SD Card seperti terlihat di bawah ini:
  • Urutan deviceLabel partisiUkuran (MB)tipe formatFlag
    /dev/mmcblk0p1lubuntu6144FAT32boot
    /dev/mmcblk0p2casper-rw4096ext2-
    /dev/mmcblk0p3home-rw4096ext2-
    /dev/mmcblk0p4sn-rwsisanyaext2-
  • Berikutnya jalankan aplikasi Startup Disk Creator
  • Pilih sumber instalasi dari LiveUSB dan target instalasi pada SD Card partisi /dev/mmcblk0p1, dan memilih "Store in reserved extra space" untuk membuat file persistensi casper-rw (dengan ukuran default 1GB (minimal)
  • Lalu tekan tombol "Make Startup Disk".
  • Tunggu hingga selesai lalu keluar dari Startup Disk Creator.
  • Hapus file casper-rw yang ada di folder /cdrom (harus menjadi SuperUser), sekalian pula hapus pula file ini dari sistem trash (lumayan besar juga file ini).

Setting GRUB dan Syslinux

Agar ada pilihan Lubuntu tanpa persistensi (without persistent), maka perlu untuk mengubah sedikit settingan saat booting.
Yang diubah adalah file grub.cfg yang ada di folder /cdrom/boot/grub (harus sebagai SuperUser) pada SD Card. Untuk itu buka terminal (LXTerminal), lalu ketik:
lubuntu@lubuntu:~$ sudo -s
root@lubuntu:~# leafpad /cdrom/boot/grub/grub.cfg
Selanjutnya ubah isinya seperti di bawah ini:
if loadfont /boot/grub/font.pf2 ; then
 set gfxmode=auto
 insmod efi_gop
 insmod efi_uga
 insmod gfxterm
 terminal_output gfxterm
fi
set timeout=5
set menu_color_normal=white/blue
set menu_color_highlight=blue/light-gray

menuentry "Lubuntu with persistent"{
 set gfxpayload=keep
 linux /casper/vmlinuz.efi  file=/cdrom/preseed/lubuntu.seed boot=casper quiet splash --- cdrom-detect/try-usb=true noprompt persistent
 initrd /casper/initrd.lz
}
menuentry "Install Lubuntu" {
 set gfxpayload=keep
 linux /casper/vmlinuz.efi  file=/cdrom/preseed/lubuntu.seed boot=casper only-ubiquity quiet splash --- cdrom-detect/try-usb=true noprompt persistent
 initrd /casper/initrd.lz
}
menuentry "OEM install (for manufacturers)" {
 set gfxpayload=keep
 linux /casper/vmlinuz.efi  file=/cdrom/preseed/lubuntu.seed boot=casper only-ubiquity quiet splash oem-config/enable=true --- cdrom-detect/try-usb=true noprompt persistent
 initrd /casper/initrd.lz
}
menuentry "Check disc for defects" {
 set gfxpayload=keep
 linux /casper/vmlinuz.efi  boot=casper integrity-check quiet splash ---
 initrd /casper/initrd.lz
}
menuentry "Lubuntu without persistent" {
 set gfxpayload=keep
 linux /casper/vmlinuz.efi  file=/cdrom/preseed/lubuntu.seed boot=casper quiet splash ---
 initrd /casper/initrd.lz
}
Catatan: Bagian warna merah adalah bagian yang ditambahkan, sedang yang biru adalah bagian yang diganti
Ubah juga file txt.cfg di folder /cdrom/syslinux, dengan pengubahan seperti berikut:
default live
label live
menu label ^Lubuntu with persistent
kernel /casper/vmlinuz.efi
append noprompt cdrom-detect/try-usb=true persistent file=/cdrom/preseed/lubuntu.seed boot=casper initrd=/casper/initrd.lz quiet splash ---
label live-install
menu label ^Install Lubuntu
kernel /casper/vmlinuz.efi
append noprompt cdrom-detect/try-usb=true persistent file=/cdrom/preseed/lubuntu.seed boot=casper only-ubiquity initrd=/casper/initrd.lz quiet splash ---
label check
menu label ^Check disc for defects
kernel /casper/vmlinuz.efi
append noprompt boot=casper integrity-check initrd=/casper/initrd.lz quiet splash ---
menu label ^Lubuntu without persistent
kernel /casper/vmlinuz.efi
append noprompt file=/cdrom/preseed/lubuntu.seed boot=casper initrd=/casper/initrd.lz quiet splash ---
label memtest
menu label Test ^memory
kernel /install/mt86plus
label hd
menu label ^Boot from first hard disk
localboot 0x80
Setelah kedua file di atas diubah, selanjutnya adalah boot ulang untuk pengujian hasilnya

Pengujian Boot:

  • Booting ulang laptop dengan segera menekan tombol F2 untuk masuk ke UEFI setup
  • Setting boot sequence pada laptop dan buat agar UEFI-SDCard berada pada urutan pertama, tekan tombol Apply, lalu Exit
  • Tunggu hingga menu pilihan boot dari GRUB2 muncul (layar warna biru), pilih "Lubuntu with persistent"
  • Selamat datang kembali di Lubuntu 15.04

Persistensi

Sistem dengan persistensi (with persistent) merupakan sistem yang selalu menyimpan setiap perubahan yang terjadi selama sesi pemakaian, jadi wajib hukumnya bila ingin menginstall aplikasi lain pada Lubuntu atau penyettingan suatu aplikasi, harus berada pada sistem yang menggunakan persistensi.
Sedangkan bila sistem tanpa persistensi (without persistent), maka sistem operasi tidak akan menyimpan perubahan. Hal ini hampir sama seperti kita menjalankan sistem operasi dengan menggunakan LiveCD. Penulisan ke media penyimpan hanya dibatasi pada partisi home-rw dan media penyimpan ekternal lainnya seperti USB-flashdisk. Sedang akses ke media harddisk dan partisi lainnya pada SD-Card hanya read-only. Sistem tanpa persistensi paling cocok untuk browsing internet, downloading dan uploading, sebab semua proses berlangsung di dalam RAM.

Selasa, 29 September 2015

Install Mutt pada Lubuntu 15.04-desktop-amd64

Mail User Agent - MUA : Mutt
Mail Transfer Agent - MTA (incoming) : Fetchmail
Mail Delivery Agent - MDA : Postfix
Mail Transfer Agent - MTA (outgoing) : Postfix
(Pengertian dan perkembangan dari masing-masing item di atas silakan cari sendiri di internet)

Download dan Install Paket

lubuntu@lubuntu:~$ sudo apt-get install mutt
...
The following extra packages will be installed:
  libtokyocabinet9 postfix
...
The following NEW packages will be installed:
  libtokyocabinet9 mutt postfix
...

lubuntu@lubuntu:~$ sudo apt-get install fetchmail

Setting file konfigurasi

File : .fetchmailrc
Lokasi: /home/lubuntu
Mail Server: Outlook.com
Mail Protocol: POP3
Keterangan: bila file ini belum ada buat dengan vi atau leafpad
lalu ubah permission-nya menjadi 0700 dengan: sudo chmod 700 ~/.fetchmailrc
Isi file:
#======================================================#
poll pop3.live.com with protocol pop3 user MAIL_USER@outlook.com \
with password MAIL_PASSWORD is lubuntu here;

# Bila menggunakan procmail sebagai MDA-nya
# mda "/usr/bin/procmail -d %T"

options
ssl
sslproto ssl3
sslcertck
#======================================================#
File : .muttrc
Lokasi: /home/lubuntu
Keterangan: bila file ini belum ada buat dengan vi atau leafpad
lalu ubah permission-nya menjadi 0700 dengan: sudo chmod 700 ~/.muttrc
Isi file:
#======================================================#
# Personal data
set realname =lubuntu
set from = MAIL_USER@outlook.com
set use_from = yes
set envelope_from ="yes"
set charset=UTF8


# Setting environment variables:
set mbox_type=Maildir
set spoolfile="~/Maildir"

#======================================================#
# Folders
set mask="!^\\.[^.]"
set folder="~/Maildir"
set mbox="~/Maildir"  # Mailbox-nya di sini
set record="+.Sent"  # lokasi pesan terkirim
set postponed="+.Drafts" # lokasi pesan draf
set move=no  # tidak memindahkan pesan dari spool.

#======================================================#
# Pengurutan:
set sort_browser=alpha    # mengurutkan mailbox

#======================================================#
# Urutan header dan tampilan
hdr_order Date: From: User-Agent: X-Mailer \
To: Cc: Reply-To: Subject:
ignore *
unignore Date: From: User-Agent: X-Mailer  \
To: Cc: Reply-To: Subject:
                                  
#======================================================#
# Penyunting teks 
# pakai vi
set editor="vi -c 'set tw=70 et' '+/^$' " 
set edit_headers # See the headers when editing
                                  
#======================================================#
# Aliases
                                  
set sort_alias=alias # pengurutan nama alias

#======================================================#
# Lain-lain
set markers  # menandai penggalan baris teks dengan a +
set smart_wrap  # jangan memenggal di tengah kata
set pager_context=5 # menahan 5 baris akhir saat menggulung.
set status_on_top # Baris Status di atas.
push <show-version> # versi Mutt saat startup

File : sasl_passwd dan sasl_passwd.db
Lokasi: /etc/postfix
Isi file sasl_passwd:
smtp.live.com:587 MAIL_USER@outlook.com:MAIL_PASSWORD
Simpan, lalu ketikkan perintah:
lubuntu@lubuntu:~$ sudo chown root:root /etc/postfix/sasl_passwd
lubuntu@lubuntu:~$ sudo postmap hash:/etc/postfix/sasl_passwd
file mapping sasl_passwd.db terbentuk


File : main.cf
Lokasi: /etc/postfix
Isi file:
# See /usr/share/postfix/main.cf.dist for a commented, more complete version


# Debian specific:  Specifying a file name will cause the first
# line of that file to be used as the name.  The Debian default
# is /etc/mailname.
#myorigin = /etc/mailname

smtpd_banner = $myhostname ESMTP $mail_name (Ubuntu)
biff = no

# appending .domain is the MUA's job.
append_dot_mydomain = no

# Uncomment the next line to generate "delayed mail" warnings
#delay_warning_time = 4h

readme_directory = no

# TLS parameters
# smtpd_tls_cert_file=/etc/ssl/certs/ssl-cert-snakeoil.pem
# smtpd_tls_key_file=/etc/ssl/private/ssl-cert-snakeoil.key
# smtpd_use_tls=yes
# smtpd_tls_session_cache_database = btree:${data_directory}/smtpd_scache
smtp_tls_session_cache_database = btree:${data_directory}/smtp_scache
smtp_tls_security_level = may

# See /usr/share/doc/postfix/TLS_README.gz in the postfix-doc package for
# information on enabling SSL in the smtp client.

myhostname = lubuntu
alias_maps = hash:/etc/aliases
alias_database = hash:/etc/aliases
mydestination = lubuntu, localhost.localdomain, , localhost
relayhost = smtp.live.com:587
mynetworks = 127.0.0.0/8 [::ffff:127.0.0.0]/104 [::1]/128
mailbox_size_limit = 0
recipient_delimiter = +
inet_interfaces = all
inet_protocols = all
smtp_sasl_auth_enable = yes
smtp_sasl_password_maps = hash:/etc/postfix/sasl_passwd
smtp_sasl_security_options =
home_mailbox = Maildir/

Cara memainkannya

Dari Terminal:
lubuntu@lubuntu:~$ sudo postfix start
lubuntu@lubuntu:~$ fetchmail
lubuntu@lubuntu:~$ mutt
Ketika di dalam Mutt, bila ingin mengambil email dari Outlook, ketik tanda ! untuk dapat menjalankan perintah shell, lalu ketik fetchmail
Membuat email dengan tombol m
Menambahkan lampiran dengan a
Mengirim email dengan y
Selesai dan keluar dari Mutt dengan tombol q
lubuntu@lubuntu:~$ sudo postfix stop
Top Bang-Bang(et) hasilnya.

Sabtu, 26 September 2015

Lubuntu 15.04 AMD64 pada Dell 3458



Bahan:

  • Laptop Dell Inspiron 14 3458 x64
  • VirtualBox pada Windouse 8.1 komplit dengan paket ekstensinya
  • file iso lubuntu-15.04-desktop-amd64
  • USB Flash 8 GB

Pengolahan:

  • Buat Virtual machine untuk Lubuntu pada VirtualBox, dengan sistem EFI aktif. Tidak perlu membuat Virtual Harddisk, yang penting USB flashdisk-nya  terhubung, dengan virtual secondary drive CD/DVD berisi iso file lubuntu.
  • Jalankan Lubuntu secara virtual, pilih “Try Lubuntu without Installing”, lalu setelah masuk jendela, pilih tombol Dash > ketik gparted > pilih aplikasi Gparted
  • Hapus isi Flashdisk dengan men-delete semua partisi yang ada (backup dulu kalau sebelumnya ada data yang penting)
  • Buat tabel partisi berjenis msdos atau gpt, lalu
  • Buat empat partisi yaitu
Urutan deviceLabel partisiUkuran (MB)tipe formatFlag
/dev/sdX1lubuntu2048FAT32boot
/dev/sdX2casper-rw4096ext2-
/dev/sdX3home-rw1024ext2-
/dev/sdX4sn-rwsisanyaext2-


  • Lalu keluar dari gparted
  • Jalankan aplikasi Startup Disk Creator dengan cara pilih tombol Dash > ketik startup > Pilih Startup Disk Creator
Catatan: Bila ukuran partisi pertama /dev/sdX1 terlalu kecil dari 3 kali ukuran iso, pilihan untuk persistensi pada bagian bawah aplikasi akan terlihat disabled (tidak aktif).
  • Pilih sumber instalasi dari CD/DVD dan target instalasi pada USB flashdisk partisi /dev/sdX1, dan memilih “Store in reserved extra space” untuk membuat file persistensi dengan ukuran default 1GB (minimal), lalu pilih tombol “Make Startup Disk”.
  • Tunggu hingga selesai lalu keluar dari Startup Disk Creator.
  • Keluar dari Lubuntu virtual, lalu keluar dari VirtualBox
  • Hapus atau ganti nama file casper-rw pada USB flashdisk (sistem Windouse 8.1 hanya dapat melihat partisi pertama saja dari USB flashdsik), lalu matikan laptop
Catatan: Bila ingin menambah kapasitas dari partisi /dev/sdX2 dengan mengurangi ukuran /dev/sdX1, jangan melalui aplikasi gparted, sebab akan membuat semua file yang ada pada media partisi /dev/sdX1 tidak dapat dibaca melalui File Explorer-nya Windouse 8.1 (corrupted).

Pengujian Boot:

  • Nyalakan laptop dengan segera menekan tombol F2 untuk masuk ke UEFI setup
  • Setting boot sequence pada laptop dan buat agar UEFI-Flashdisk berada pada urutan pertama, tekan tombol Apply, lalu Exit
  • Tunggu hingga menu pilihan boot dari GRUB2 muncul, pilih “Try Lubuntu without Installing”
  • Selamat datang di Lubuntu

Pengujian Sistem:

  • Touchpad tidak berfungsi, harus dengan mouse lain untuk pointing device-nya (bug)
  • File manager menggunakan aplikasi pcmanfm Ok.
  • Harddisk laptop yang telah berisi sistem Windouse 8.1 dengan tipe alokasi NTFS tidak dapat di mounting secara bebas (read-only mounting, -ro loop)
  • Multimedia berupa suara dan video berfungsi dengan baik
  • Persistensi secara otomatis dialihkan ke partisi /dev/sdX2 yang berlabel casper-rw
  • Jaringan WiFi terkoneksi dengan Hospot portabel dari Smartphone Android Lenovo (lebih cepat kalau pakai lubuntu tanpa persistensi)
  • Peramban Mozilla Firefox Ok, Abiword dan Gnumeric Ok.
  • Penanganan Keyboard melalui iBus standar, jadi untuk font-font unicode dengan layout keyboard buatan sendiri tidak terdata di iBus (harus pakai setxkbmap -layout xx)
  • Proses Shutdown halus dan cepat