Translate

Tampilkan postingan dengan label flashdisk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label flashdisk. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Agustus 2016

VCD/DVD ke Flashdisk

Saat ini telah banyak beredar DVD Player yang memiliki slot USB. Dan teknologi Flash disk saat ini pun juga makin besar kapasitasnya. Slot USB yang ada pada DVD Player memungkinkan kita untuk dapat memainkan file-file musik dan video yang kita simpan pada flash disk.

Bagi mereka yang sudah memiliki stok keping VCD dan DVD sebelumnya, sering kali terpikir untuk dapat memindahkan file musik dan video ke flashdisk. Namun sering kali juga terkendala masalah format file yang didukung oleh DVD player. Belum lagi masalah dengan USB flashdisk yang berbeda format hardware-nya.

Berikut ini pengalaman saya dalam mentransfer file dari VCD dan DVD ke flash disk.

VCD ke flash Disk

Bahan yang digunakan:

  • Keping VCD asli (ada copy-protected- nya)
  • Lubuntu 15.04 (Sistem operasi pada Laptop)
  • DVD-RW Samsung External (terhubung ke Laptop)
  • Flash Disk Toshiba 8GB
  • DVD Player Cronos (terhubung ke TV)

Langkah:
Karena saya juga pengguna sistem operasi Lubuntu, maka langkah-langkah transfer-nya menggunakan perintah yang ada di Lubuntu. Untuk sistem operasi lain seperti Windows tidak akan dibahas.

  • Masuk ke Lubuntu 15.04
  • Keping VCD dimasukkan ke DVD-RW (jangan menyambung kabel koneksi bawaan dengan kabel USB extender - voltage drop)
  • Buka terminal, lalu ketik:
  • mplayer vcd://3  --dumpstream --dumpfile=output3.avi
    
    maksud perintah di atas adalah untuk mengalihkan aliran data dari track nomor 3 (avseq03.dat) ke file output3.avi. Bila menginginkan format output lain yang didukung oleh DVD Player (seperti mp4, mpg dll) silakan mengganti ekstensinya.
  • Lakukan lagi perintah di atas untuk track-track lain, karena memang file video pada keping VCD (avseq##.dat) tidak dapat di copy secara langsung.
  • Bila sudah, tinggal disalin ke flashdisk, namun perlu diingat bahwa tidak semua flashdisk dapat digunakan. Bila flashdisk tidak dapat dikenali oleh DVD Player (pesan pada layar TV tetap "No Disc"), ganti dengan merek lain.
  • Flashdisk yang digunakan kalau perlu juga harus diformat dengan sistem FAT32.
  • Terakhir adalah dicoba pada DVD Player. Hasil gambar video dan suara yang didapat dari proses transfer di atas lumayan lah. Dengan ukuran file hampir sama dengan file aslinya.

DVD ke flash Disk

Hampir sama dengan langkah di atas, hanya mengganti perintah pada terminal dengan perintah berikut:

mplayer dvd://4  --dumpstream --dumpfile=output4.avi

Catatan: Gunakan keping VCD/DVD original (bukan bajakan) untuk hasil terbaik, sebab yang bajakan seringkali terdapat error pada beberapa track-nya (bikin jéngkél jadinya).

ffmpeg

Merupakan aplikasi untuk melakukan konversi dari format audio/video yang satu ke format lain. Sehingga file hasil konversi dapat dilihat pada perangkat lain seperti android misalnya.

Aplikasi ini harus diinstal terlebih dahulu dengan perintah:

 sudo apt-get install ffmpeg

Bila sudah terinstal, maka proses konversi dapat dilakukan pada terminal. Berikut ini salah satu perintah konversi file-nya

ffmpeg -i input.avi -vcodec h264 -q:v 0 -acodec aac output.mp4

perintah di atas untuk mengubah input file input.avi menjadi berformat mp4 yaitu output.mp4. Dengan kulitas gambar sama seperti input file-nya (-q:v 0), dan menggunakan codec standar untuk mp4 yaitu h264 untuk video dan aac untuk audio.

Untuk melihat daftar codec yang tersedia pada ffmpeg, gunakan perintah

ffmpeg codecs

Kalau cuma ingin format mp3, gunakan saja:

ffmpeg -i input.avi output.mp3

Sabtu, 26 September 2015

Lubuntu 15.04 AMD64 pada Dell 3458



Bahan:

  • Laptop Dell Inspiron 14 3458 x64
  • VirtualBox pada Windouse 8.1 komplit dengan paket ekstensinya
  • file iso lubuntu-15.04-desktop-amd64
  • USB Flash 8 GB

Pengolahan:

  • Buat Virtual machine untuk Lubuntu pada VirtualBox, dengan sistem EFI aktif. Tidak perlu membuat Virtual Harddisk, yang penting USB flashdisk-nya  terhubung, dengan virtual secondary drive CD/DVD berisi iso file lubuntu.
  • Jalankan Lubuntu secara virtual, pilih “Try Lubuntu without Installing”, lalu setelah masuk jendela, pilih tombol Dash > ketik gparted > pilih aplikasi Gparted
  • Hapus isi Flashdisk dengan men-delete semua partisi yang ada (backup dulu kalau sebelumnya ada data yang penting)
  • Buat tabel partisi berjenis msdos atau gpt, lalu
  • Buat empat partisi yaitu
Urutan deviceLabel partisiUkuran (MB)tipe formatFlag
/dev/sdX1lubuntu2048FAT32boot
/dev/sdX2casper-rw4096ext2-
/dev/sdX3home-rw1024ext2-
/dev/sdX4sn-rwsisanyaext2-


  • Lalu keluar dari gparted
  • Jalankan aplikasi Startup Disk Creator dengan cara pilih tombol Dash > ketik startup > Pilih Startup Disk Creator
Catatan: Bila ukuran partisi pertama /dev/sdX1 terlalu kecil dari 3 kali ukuran iso, pilihan untuk persistensi pada bagian bawah aplikasi akan terlihat disabled (tidak aktif).
  • Pilih sumber instalasi dari CD/DVD dan target instalasi pada USB flashdisk partisi /dev/sdX1, dan memilih “Store in reserved extra space” untuk membuat file persistensi dengan ukuran default 1GB (minimal), lalu pilih tombol “Make Startup Disk”.
  • Tunggu hingga selesai lalu keluar dari Startup Disk Creator.
  • Keluar dari Lubuntu virtual, lalu keluar dari VirtualBox
  • Hapus atau ganti nama file casper-rw pada USB flashdisk (sistem Windouse 8.1 hanya dapat melihat partisi pertama saja dari USB flashdsik), lalu matikan laptop
Catatan: Bila ingin menambah kapasitas dari partisi /dev/sdX2 dengan mengurangi ukuran /dev/sdX1, jangan melalui aplikasi gparted, sebab akan membuat semua file yang ada pada media partisi /dev/sdX1 tidak dapat dibaca melalui File Explorer-nya Windouse 8.1 (corrupted).

Pengujian Boot:

  • Nyalakan laptop dengan segera menekan tombol F2 untuk masuk ke UEFI setup
  • Setting boot sequence pada laptop dan buat agar UEFI-Flashdisk berada pada urutan pertama, tekan tombol Apply, lalu Exit
  • Tunggu hingga menu pilihan boot dari GRUB2 muncul, pilih “Try Lubuntu without Installing
  • Selamat datang di Lubuntu

Pengujian Sistem:

  • Touchpad tidak berfungsi, harus dengan mouse lain untuk pointing device-nya (bug)
  • File manager menggunakan aplikasi pcmanfm Ok.
  • Harddisk laptop yang telah berisi sistem Windouse 8.1 dengan tipe alokasi NTFS tidak dapat di mounting secara bebas (read-only mounting, -ro loop)
  • Multimedia berupa suara dan video berfungsi dengan baik
  • Persistensi secara otomatis dialihkan ke partisi /dev/sdX2 yang berlabel casper-rw
  • Jaringan WiFi terkoneksi dengan Hospot portabel dari Smartphone Android Lenovo (lebih cepat kalau pakai lubuntu tanpa persistensi)
  • Peramban Mozilla Firefox Ok, Abiword dan Gnumeric Ok.
  • Penanganan Keyboard melalui iBus standar, jadi untuk font-font unicode dengan layout keyboard buatan sendiri tidak terdata di iBus (harus pakai setxkbmap -layout xx)
  • Proses Shutdown halus dan cepat

Selasa, 15 September 2015

FATDOG64 PADA DELL INSPIRON 14-3458




Punya komputer baru dengan sistem yang baru memang tak mudah untuk digunakan. Biasa menggunakan mesin Laptop dengan arsitektur x86/32-bit dan sistem booting menggunakan BIOS. Kali ini terpaksa menggunakan Laptop baru dengan arsitektur x64 dan sistem bootingnya UEFI (wuiih sereem!). Belum lagi ditambah sistem operasinya yang menggunakan Windows 8.1, bikin jantung deg-degan (kata yang jual, laptop yang kosongan lagi habis, preet 400 ribu melayang dah).

Alasan membeli yang baru karena laptop yang lama jebol (layar gelap - blank), padahal sudah lama terbiasa dengan sistem Linux-nya Ubuntu dan Slitaz yang terpasang di laptop yang lama. Tapi kalau tidak begini keadaannya, tidak akan punya sesuatu yang baru untuk dipelajari.

Ok langsung saja ke pokok hal yaitu spesikasi laptop yang dimiliki adalah:
Manufacturer: Dell
Model: Inspiron 14_3458
Processor: Intel(R) Core(TM) i3-4005U CPU @ 1.70GHz 1.70GHz
RAM: 4.00 GB
System type: 64-bit Operating System, x64-based processor

Dan settingan penggunaan laptop yang diinginkan adalah:
  1. Laptop mempertahankan sistem Windows 8.1 untuk sementara (sampai virus dan corrupted files menggerogoti habis hingga Windows 8.1 tewas. He..he..)
  2. Dapat booting dengan distro Linux kecil pakai USB Flash Disk melalui UEFI lengkap dengan secure boot-nya.

Pilihan untuk distro Linux untuk booting akhirnya jatuh ke Fatdog64. Karena distro kecil lainnya seperti Slitaz dan DSL belum support UEFI. Cara untuk membuat flash-boot nya lumayan mudah, asalkan sudah menginstal VirtualBox di Windows komplit dengan Extension Pack-nya.

TAHAP PERSIAPAN

  • Download Oracle VirtualBox
  • Download Extension Pack-nya VirtualBox
  • Menginstal Virtual Box
  • Download file iso Fatdog64 terbaru, saat itu Fatdog64-701.iso
  • Menyiapkan USB flash 2GB

TAHAP PEMBUATAN

  • Pasang USB flash-nya (ding-dong), isi dengan file Fatdog64-701.iso
  • Buat mesin virtual fatdog64 melalui VirtualBox dengan memilih sistem Linux 3.x 64-bit, isi secondary CD drive dengan Fatdog64-701.iso dan sistem USB yang terhubung
  • Jalankan hingga masuk jendela Fatdog64
  • Pilih ikon USB Flash pada layar, hingga terlihat file iso Fatdog64
  • Buka aplikasi ROX Filer (File Manager), lalu copy file iso dari /mnt/sdb ke / (caranya klik kanan file, lalu hapus /mnt/sdb-nya, terus tekan Copy)
  • Klik kanan pada ikon USB dan pilih Unmount untuk melepas kaitan mounting file.
  • Kemudian pilih Menu > Control Panel > Utilities > Gparted untuk membuat Flash disk menjadi Unalocated (tidak perlu membuat partisi)
  • Jalankan Rxvt terminal lalu ketik perintah :
# fdisk -l   [enter]
perintah ini untuk melihat dan memastikan flash disk berada pada dev/sdx apa, /dev/sda atau /dev/sdb

# dd if=/xxx.iso of=/dev/sdb bs=4M  [enter]
Perintah untuk menyalin file iso ke flashdisk bila lokasi flashdisk di /dev/sdb
  • setelah itu ketik
# fix-usb.sh /dev/sdb [enter]
# mkdosfs /dev/sdb3 [enter]
Dua perintah di atas untuk mendapatkan kembali ruang kosong, bila menggunakan flashdisk berukuran lebih dari 260 MB.
  • Keluar dari terminal, Shutdown mesin virtual-nya. Keluar dari VirtualBox - Selesai, tinggal di tes.

TAHAP BOOTING

  • Laptop lalu di booting ulang
  • Tekan- tekan tombol F2 untuk masuk ke boot setup
  • Lalu pada bagian Boot Sequence muncullah USB flash UEFI, tinggal geser ke atas.
  • Sistem juga menanyakan trusted certificate key, cari-cari di bagian USB akhirnya ketemu dan pilih file fatdog64.cer lalu memasukkan 0 untuk melanjutkan proses boot.
  • Selanjutnya tinggal Enter - enter saja saat tampilan menu Grub muncul, seperti yang terlihat pada sistem Virtual-nya Fatdog64 di VirtualBox.
  • Akhirnya, Selamat datang di Fatdog64, gak sia-sia beli kuota data 50ribu-nya.

PENGATURAN FATDOG64

  • Mengatur Network melalui wpa_gui (kanan-bawah) untuk wifi (langsung konek dengan Android dengan kuncian standar WPA-PSK)
  • Mengatur Sound pada Control panel, dengan memilih sound card ALC3234, Alsa mixer juga diatur.
  • Mengatur audio output module aplikasi pada VLC  melalui menu Tools > Preference  menjadi ALSA  dan memlilih ALC3234 Analog default device pada bagian device-nya

UJICOBA

  • VLC OK digunakan baik untuk video .mkv maupun musik .mp3
  • Internet melalui Seamonkey juga konek dan OK
  • Aplikasi lainnya juga OK
  • Yang gak OK ada siih, tapi rahasia.

Kesimpulan

Cari lagi distro Linux kecil lain yang dukung UEFI aah...